Tema :
Manusia dan Penderitaan
Judul :
Hubungan antara manusia dengan penderitaan
Mata Kuliah : Ilmu
Budaya Dasar
Nama :
Idar Sudarta
Kelas :
1TA01
NPM :
15314083
Fakultas :
Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan :
Teknik Sipil
Manusia
diciptakan di dunia ini sebagai makhluk yang mempunyai hakikat ketika memiliki
hasrat dan keinginan maka harus terpenuhi. Hasrat dan keinginan ini pun di
setiap waktunya dan masanya pasti akan berubah ubah. Hal ini karena manusia
diciptakan sebagai makhluk yang selalu ingin dengan pembaharuan.
Kebutuhan yang
di inginkan oleh manusia contohnya berupa kebutuhan primer yaitu sandang,
pangan dan papan. Namun apabila kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi maka aka
nada saatnya dimanusia akan mengalami penderitaan. Penderitaan ini sendiri
merupakan suatu keadaan ketika manusia memiliki maupun menanggung sesuatu hal
yang tidak menyenangkan pada dirinya sebagai individu maupun kepada orang orang
di sekitarnya missal contohnya adalah keluarga.
Penderitaan pun
tidak hanya didapatkan manusia ketika tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya
namun juga ketika manusia mengalami musibah contohnya. Ketika manusia mengalami
musibah dapat dipastikan penderitaan akan dating dan menghampiri dirinya.
Musibah disini bukan hanya ketika manusia mengalami bencana alam namun juga
bisa ketika manusia tersebut menjadi korban peperangan, ketika korban tersebut
mengalami hal hal yang menyebabkan individu tersebut menderita maupun yang
lainnya.
Ketika kita
megalami sebuah musibah hendaklah jangan mengeluh, namun hal yang baik adalah
tetap mensyukurin diri serta menjadi manusia yang tidak melupakan
penciptanya. Pada dasarnya manusia
disiptakan oleh Allah SWT maka oleh sebab itu ketika kita mengalami sebuah
penderitaan ataupun musibah tetaplah bersabar karena percayalah bila kita mampu
bersabar maka nantinya kita akan mendapatkan hikmah yang baik pula. Ketika kita
melihat ada orang lain yang sedang
mengalami penderitaan pun kita harus bersedia untuk membantu hal ini.
Penderitaan
yang dialami oleh manusia dapat terlihat dari ekspresi yang tercipta di raut
wajah manusia. Penderitaan yang dialami tersebut akan menuntun manusia agar
menjadi lebih tegar dalam menjalani hidup, dapat dikatakan bahwa manusia itu
berhasil mengambil hikmah dari segala kejadian yang ia alami. Namun, ada juga
manusia yang menganggap bahwa penderitaan akan membawa kesulitan yang
berkepanjangan, membuat manusia itu mengalami perasaan tersiksa, terkekang pada
keadaan yang tidak mengenakkan. Dapat dikatakan bahwa manusia itu gagal
mengambil hikmah dari suatu kejadian atau musibah tersebut.
Penderitaan
yang dialami seseorang dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan
penderitaan juga dapat dirasakan oleh orang yang jauh dari si korban dan
mungkin tidak kenal dengan si korban tersebut. Contohnya adalah ketika terjadi
bencana di sebuah daerah, banyak sekali orang yang memberikan uluran tangan
mereka berupa sumbangan sandang dan pangan yang mereka harapkan dapat membantu
dan meringankan beban si korban. Hal itu disebabkan karena adanya rasa empati pada
korban yang mengalami penderitaan tersebut. Empati sendiri adalah sebuah
kemampuan manusia dalam mengerti perasaan orang lain meskipun kita tidak
merasakan secara langsung penderitaan yang di alai oleh orang tersebut.
Sebuah
rasa empati yang ditujukan kepada korban yang mengalami penderitaan dapat
diwujudkan tidak hanya dengan cara memberikan sumbangan. Ada juga yang terjun
langsung ke lokasi kejadian yang menjadi sukarelawan. Ada juga yang melakukan
demonstrasi, mengutuk kejadian buruk yang menimpa korban seperti pada kejadian
penyerangan Gaza Palestina. Banyak pihak yang tidak setuju akan penyerangan itu
karena dinilai kekuatan militer yang tidak seimbang membuat jatuhnya korban
tidak sebanding.
Maka
dari itu, kita sebagai manusia kita tidak boleh terus terpuruk akan penderitaan
yang dialami. Masih ada kehidupan di masa mendatang yang harus dijalani dan
disambut dengan penuh rasa suka cita dan senyum cerah. Bagi yang telah
merasakan penderitaan yang amat sangat, sesama manusia kita seharusnya saling
membantu mengurangi rasa kesedihan tersebut, melukiskan guratan senyum di wajah
mereka meskipun pasti masih ada rasa sakit yang tidak semua orang mengerti. Doa
juga perlu dipanjatkan agar rasa sedih yang diderita akan berganti dengan suka
cita dan rasa ikhlas dalam diri karena sesungguhnya segala kejadian itu sudah
ditakdirkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar